Episode 28 : Sedang SEDANG Saja
SEDANG. Aku saat ini sedang merasa SEDANG. Liat gambar di samping kan? Ya, itu SEDANG. SEDIH dan SENANG yang demi sebuah efisiensi secara tidak sengaja tersingkat menjadi satu kata.. yaitu SEDANG. Perasaan bercampur antara senang sekali atas sebuah anugerah yang tidak terkira, sesuatu yang sangat penting bagiku. Tetapi kenapa harus dibarengi dengan perasaan kesal marah dan stress yang membuatku menjadi cukup biru untuk dapat memendungkan langit. Sesuatu yang kutunggu belum kunjung datang, padahal waktu telah berlalu selama 3 minggu. Sedangkan sesuatu yang sedang kukerjakan berubah laksana teka teki einstein yang begitu susahnya untuk dipecahkan tanpa alat bantu satupun. Hanya berbekal kemampuan diri sendiri. Ya… semua ini cukup untuk membuatku sedih dan membiru laksana laut biru yang dalam.. Dan perasaan yang teraduk ini membuat rupaku bingung menemukan bentuknya. Haruskah aku menaikkan sudut bibirku? haruskah aku menurunkan sudut mataku? dan haruskah aku membagi tugas kepada kedua mataku agar salah satu bersinar dan salah satunya meredup? Ah… sudahlah… Whatever… yang jelas, sekarang aku harus kembali semangat. Dan Senyumnya itu bagaikan oase di padang pasir yang membangkitkan kembali semangat hidupku menuju daerah yang tak tersentuh itu. SEMANGAT!!





