Skip to content

Episode 16 : Why War

Agustus 13, 2008

Heran….

Beribu-ribu perasaan heran berkecamuk di dalam dadaku….

Aku masih ga habis pikir…

Aku masih ga bisa mengerti apa yang ada di dalam otak manusia-manusia “pintar” itu…

Naive kalau mereka berharap menemukan sebuah jawaban dengan perang..

Dan yang lebih menyakitkan…. apa alasan mereka untuk perang??

Arogansi dan Kuasa??

Dengan menghancurkan apa yang orang lain miliki???

 

Lalu apa lagi? Harga diri??

Dengan tidak menghargai kehidupan orang lain??

 

Semua dilakukan atas sebab2 yang tidak cukup penting. Lalu untuk apa perang tersebut? Apakah untuk membela kebenaran???

Apakah itu yang mereka sebut dengan kebenaran?? Apakah menyakiti seorang wanita tua seperti itu merupakan sebuah kebenaran???

 

Ataukah alasannya adalah perebutan wilayah kekuasan??

Apakah wilayah kekuasaan ditukar dengan nyawa dan keluarga orang lain?? yang tidak berdosa?? keluarga mereka?? dan orang-orang yang mereka cintai????

Para pemimpin perang tidak akan mengerti, karena bukan rumah mereka yang dihancurkan oleh bom..

Bukan mereka yang terluka..

Bukan istri dan anak-anak mereka yang mati…

Bukan juga kehidupan mereka, yang terasa kosong dan menakutkan untuk dilalui..

 

 

Starting a War is about anger, Starting a War is about revenge, that’s why we’d never get a right answer from Starting a War.

 

 

*Gambar dan foto adalah dokumentasi dari konflik Georgia-Rusia

6 Komentar leave one →
  1. Agustus 13, 2008 15:50

    “perdamaian perdamaian perdamaian perdamaian
    banyak yang cinta damai tapi perang makin ramai…bingung bingung ku memikirnya…” kutipan lirik sebuah lagu kasidah ibu-ibu, masih terngiang-ngiang di telinga ini…

  2. Agustus 13, 2008 22:48

    hmm.. walopun gw gak setuju perang dan sangat yakin berat klo perang itu salah, tp gw percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak-Nya, dan segala kehendak-Nya pasti baik adanya pada waktunya, termasuk perang ini.

    gw percaya segala bentuk konflik ato perselisihan pasti membawa suatu hikmah, untuk menyadarkan kondisi yg stagnan (dlm artian yg kurang baik) agar org2 sadar untuk bergerak untuk memperbaikinya ke arah yg lebih baik.

    klo manusia bisa selalu sadar untuk selalu bergerak k arah yg lbh baik, teguran2 itu mgkn uda gak diperlukan.
    tp sayangnya, manusia gak sesempurna itu dari sononya, mereka butuh pelajaran untuk menuju kesempurnaan, dan saat mereka uda gak bisa belajar dgn cara soft, dari hal2 hitam itulah manusia bisa belajar.

    hehehe. maap berat..

  3. christina maya permalink
    Agustus 14, 2008 11:29

    ” Imagine there’s no countries | It isn’t hard to do | Nothing to kill or die for | And no religion too | Imagine all the people | Living life in peace…”… (Imagine – John Lennon)

    Iya Bim, gak usah di luar negeri, di dalam negeri juga keadaan Indonesia sebetulnya kacau berat, gerakan separatisme berbagai daerah, terorisme (dan masih banyak lainnya, you name it!). Pernah baca buku John Naisbit, judulnya Global Paradox (1990)? Some point of learning I can tell is about batasan-batasan negara yang sebetulnya semakin berkurang karena komunikasi yang makin mempermudah hubungan cross country.

    Kemudahan ini dan kemajuan teknologi lainnya berdampak pada globalisasi, dimana orang tidak berpikir pada satu negara, tapi lebih ke kepentingan dunia. Efek yang terjadi adalah kemudian orang mulai bingung tentang jati dirinya yang asli karena deep in each people mereka percaya punya suatu hal yang unik dan mereka mulai curious lagi dengan bahasa asli, budaya asli, suku bangsa, dll. (Yah, ini yang bikin saya gak heran Batik jadi trend di dunia dan saya terpengaruh Dinop keganjringan makan tahu gejrot)

    Dan ke-curious-an terhadap jati diri asli ini jadi dasar teori saya kenapa muncul kepentingan-kepentingan terpendam yang bertentangan dengan Kontrak Sosial (Du Contract social ou principes du droit politique) yang dulu pernah dibuat.

    Eh, mulai melenceng, out of topic ya? Okey, gonna make it shorty as possible..

    Nah, menurut saya it’s all bout cycle, siklus, slalu berputar. Saya pribadi percaya ama Yin dan Yang, ada kebaikan dan kejahatan as balance of life. Mungkin pertanyaan selanjutnya, wong kita manusia udah makin pintar, makin dewasa, kok ketika ada masalah malah kayak anak kecil main bang bong tembak sana tembak sini? Bim, udah nonton equilibrium belum? FIlm yang menceritakan gambaran kehidupan tentang dunia yang bersepakat untuk menghilangkan perang. That’s going happen if some people insist to say No War. And i, personally, do believe that.

    Mm, walau gak berbentuk tembakan, perang pasti juga akan muncul dalam hal yang lebih smooth tapi juga bisa kejam, misal perang harga (kyk provider) atau perang pasar (dimana Indonesia sbg negara konsumtif sangaaaattt menerima produk luar negeri dengan senang hati). Yah, semacam itu lah, perang selalu jadi dinamika hidup.

    Saya pribadi memang kind a shit, hanya bisa ngasih comment panjang lebar gak karuan awut-awutan ini, tapi kalo ditanya :”kalo mbahmu atau keluargamu jadi salah satu korban, piye jal?”

    All I just can say, semoga Tuhan memberikan kedamaian abadi bagi mereka yang menjadi korban, mengehembuskan nafas kedamaian bagi mereka yg memekikkan kata perang, dan mendamaikan hati mereka semua yang terjebak di antara keduanya.. (terinsipirasi dari Rully).

  4. Bimas Abimanyu permalink*
    Agustus 14, 2008 14:24

    May, commentnya udah bisa jadi satu postingan baru tuh, hehehee….

    Memang sih, kalo kita berpikir secara rasional dunia ini Yin dan Yang. Ada kejahatan ada kebaikan. Seperti kt dinop juga, musibah seperti itu agar kita belajar dan mengambil hikmahnya.

    Tapi….kalau kita menyaksikan kejadiannya….apa iya kita masih bisa memaklumi sebuah pembantaian yang terjadi karena yin dan yang? Apa itu benar bila perasaan kita “biasa saja” karena kita menganggap itu musibah yang sudah seharusnya terjadi?

    Hal itulah yang membuat hati ini bergejolak.

    Oya may, equilibrium belom nonton. Tp ada film yg bagus bgt juga, KINGDOM OF HEAVEN! Buat para umat Muslim dan Nasrani, recomended nonton film itu🙂

  5. Agustus 14, 2008 17:11

    hm hm.. topiknya menarik bim, bkin forum aja sekalian.

    klo gw bim, jelaslah, liat korban perang gw pasti maki2 yg bkin perang, secara pribadi gw menolak bgt ama yg namanya perang.
    tapi Dia Yang Di Atas sana merancang dgn ngeliat semua hal bner2 dari helicopter view yg gak akan pernah kejangkau kita, manusia ciptaanNya.

    simplenya yg bs gw liat dikit sperti ini, rasa kemanusiaan gw dan lo yg ngeliat gambar2 itu lgs bangkit kan, dan mgkn rasa itu akan memotivasi kita buat mulai peduli lg ama skitar kita, org2 yg lg kesusahan, org2 yg lbh menderita dr kita. itu baru ngefek ke kita b2 bim. coba klo ada 1 juta org aja yg tergugah ngeliat efek buruk perang, dan 1 juta org itu bs menularkan k org2 d skitarnya, berapa byk org2 yg bs mulai peduli dan meningkat rasa kemanusiaannya..? bukannya itu membawa ke arah yg lebih baik kan.

    mgkn klo gw analogikan sperti proses terbentuknya mutiara. awalnya cuma berupa pasir dna kotoran2 gak jelas, tp tiram bisa mengolahnya seiring waktu sampe kotoran2 itu berubah menjadi mutiara.
    itu mgkn sedikit rahasia rencana Tuhan yg bs gw pikirkan, bahwa manusia diharapkan bs sperti tiram itu, semakin kenal dan bersinggungan dgn yg hitam, malah semakin memoles dia jd semakin putih.

    gw sendiri jg gak yakin sih klo jd korban perang reaksi gw apa. mgkn cuma pasrah jd bagian dari rencananya.
    oia makanya gw setuju bgt dgn istilah mati syahid buat para korban perang, karena mereka emg martir yg jd bagian dalam rencana-Nya yg gw yakin pasti bakal ngasih hikmah byk buat org2 lain.

    ud ntn hotel rwanda bim..?
    itu ttg perang antar suku di rwanda, genosida alias pembantaian massal thdp satu suku tertentu. gw miris bgt ampe kebawa mimpi jd korban genosida jg.
    tp dr situ dan dr kejadian perang2 lain mgkn kita bs bljr byk bahwa toleransi dan saling pengertian antar apapun yg berbeda (mau beda dikit ato byk) adalah landasan paling dasar dari perdamaian.

    salam damai ahh..

  6. Bimas Abimanyu permalink*
    Agustus 14, 2008 17:53

    Quote:
    “toleransi dan saling pengertian antar apapun yg berbeda (mau beda dikit ato byk) adalah landasan paling dasar dari perdamaian.” (novita, 2008)

    Sepakat nob, melihat hal itu 1 juta orang atau bahkan lebih bisa tergugah. Tapi…..tergugah ini bisa 3 macam :
    1. Tergugah mengusahakan perdamaian
    2. Tergugah untuk balas dendam
    3. Tergugah utk memanfaatkannya sbg kesempatan politis

    Nah kalo yang tergugah nomor 2&3 ini pemimpin negara, jadinya malah tambah perang deh, bukannya mengusahakan damai. Karena….segimanapun rakyatnya mau damai, kalau pemimpinnya mau perang jadinya ya perang (seperti yang terjadi pada Amerika). Itu yang ngeri. Trus kita….cuma bisa mengasihani korban2 itu….

    Nah…..itu yang bikin gw kesel setengah mati, hidup,dan mati lagi! Dan enak aja ngorbanin nyawa tentara dan musuh, bukan karena membela kebenaran dan prinsip, tapi cuma membela kepentingannya aja. Apa gak gueemeesss coba!

    Hah, jadi kesel sendiri sama yang suka perang ga jelas, tawuran, pukul2an, bunuh2an. Mending tinju, one on one, tangan kosong, JANTAN!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: