Skip to content

Episode 31 : Merah Putih vs Merantau

Agustus 14, 2009

Kalian nyadar enggak sih kalo bulan ini lagi banyak banget film2 bagus yang muncul dalam waktu yang bersamaan? Saya sebagai orang yang hobi mengamati menonton film, tentunya pengen nonton semuanya.  Lihat saja di bioskop, ada mulai dari UP, GI-Joe, Merantau, Merah-Putih, Punk in Love (lucu lho kalo liat dari trailernya), dsb. Nah itu yang bikin bingung, kalo diturutin semua bisa2 kantong saya jebol! hahaha..  Tapi teteep, tentunya dari semua itu ada dua film utama yang menjadi target prioritas untuk ditonton duluan. Apa kira2?? ………………Jawabannyaaaa! yaituu….. (halah..) adalaahh… Yap, Anda benar! Merantau dan Merah Putih! Keduanya adalah film Indonesia yang dijanjikan akan memberi warna baru terhadap dunia perfilman Indonesia. Biar perfilman Indonesia gak cuma diisi sama hantu2 mesum atau komedian2 mesum itu tuh!. Meuni Mantap!

Dan akhirnya teman2! hari ini saya sudah berhasil menonton dua2nya! baik Merantau maupun Merah Putih! Yay!😀 *yak silakan tepuk tangan atas pencapaian ini…terima kasih terima kasih…* (biasa aja kali bim). Oya, saya yakin beberapa dari kalian juga pasti udah nonton, tapi saya juga yakin sebagian besar dari kalian belum nonton dan masih bertanya2 seperti apa sih kira2 filmnya? Nah, dalam artikel kali ini akan saya coba bahas mengenai kedua film tersebut, MERANTAU dan MERAH PUTIH. Oya, buat yang gak kuat spoiler jangan dilanjutin baca ya, soalnya bakal ada beberapa spoiler dalam ulasan ini.

`

INFO SINGKAT FILM

Belum pernah tau apa itu Merantau atau Merah Putih? Ah masa sih… Oke, di bawah ini adalah poster dari kedua film tersebut berikut sedikit cuplikan dan informasi dari masing2 film.

http://biakerz.files.wordpress.com/2009/07/merah-putih-dlm.jpg Film yang ada posternya di samping ini berjudul MERAH PUTIH. Film pertama dari trilogy kemerdekaan yang diproduksi oleh PT Media Desa Indonesia, Margate House.  Setting waktunya adalah pasca kemerdekaan Indonesia, yaitu tahun 1947, pada saat Belanda di bawah pimpinan Van Mook melancarkan Agresi Militer ke  Jawa Tengah.

Gak tanggung2 lho, film ini ternyata melibatkan sineas2 berpengalaman dari Hollywood. Contohnya adalah: Adam Howarth as koordinator Special Effects (Saving Private Ryan, Black Hawk Down),  Rocky McDonald as Koordinator Pemeran Pengganti (Mission Impossible II),  Rob Trenton as Make-Up dan Visual Effect Artist (The Dark Knight),  John Bowring as ahli persenjataan (The Matrix, Australia, X-Men Origins: Wolverine) dan Mark Knight as Asisten Sutradara (December Boys,  Beautiful)

Film ini disutradarai oleh Yadi Sugandi yang selama ini berpengalaman menjadi Director of Photography dari beberapa film terkenal di Indonesia.

Trailer Merah Putih

`

https://i1.wp.com/twitchfilm.net/site/images/sleeves_posters/MerantauPoster.jpgKemudian film yang kedua ini adalah Merantau. Film ini diproduksi oleh PT Merantau Films. Film ini berkisah tentang seorang pemuda minang yang merantau ke Jakarta sebagai bagian dari budaya di sana. Setting waktunya adalah masa kini. Nah, ceritanya Yuda ini merantau ke Jakarta dengan niat menjadi guru silat, tapi akhirnya dia justru terjebak dalam konflik berbahaya akibat menyelamatkan seorang wanita dan adiknya dari bule2 yang melakukan trafficking.

Kebalikan dari Merah Putih yang disutradarai oleh orang Indonesia dan dengan crew orang luar, film ini justru disutradarai oleh orang barat bernama  G.H. Evans dan diarsiteki oleh orang2 Indonesia. Merantau ini tergolong dalam film action. *Ya, akhirnya, setelah sekian lama tidak ada film action yang bermutu di Indonesia* Pemainnya diantaranya adalah Iko Uwais sang Jago Silat, Christine Hakim, dan Donny Alamsyah.

Trailer Merantau

`

REVIEW FILM

1. Merah Putih :

Seperti telah disebutkan sebelumnya, film Merah Putih ini mengisahkan tentang masa2 perjuangan pada masa2 pasca kemerdekaan. Pemeran utamanya ada 5 orang, Thomas seorang peternak ayam asal Sulut yang seluruh keluarganya dibunuh oleh Belanda, Amir orang Jawa yang seorang guru,  dan Surono serta Marius sang Priyayi lulusan Universitas, dan juga Dayan pemuda santun dan bijak yang berasal dari Bali. Kelimanya mengikuti sebuah pelatihan untuk menjadi perwira di Jawa Tengah. Kelimanya bangga untuk menjadi perwira yang berjuang bagi Indonesia. Nah…perbedaan latar belakang itu rupanya menjadi pemicu konflik, terutama antara Marius sang Priyayi yang sombong dengan Thomas peternak miskin. Walaupun pada akhirnya tujuan yang sama menjadi pemersatu mereka hingga konflik itu tidak terjadi lagi. Cerita mengalir mulai dari pertemuan mereka di pusat latihan perwira, serangan yang tiba2 dari Belanda, hingga habisnya teman mereka satu2 dalam serangan tersebut. Tapi semangat mereka yang kuat demi kemerdeekan Republik Indonesia tidak membuat mereka menyerah begitu saja. Sempat dilanda putus asa, kemudian mereka mencari cara untuk dapat berkontribusi melawan Belanda walaupun dengan jumlah orang dan amunisi yang minim.

https://i1.wp.com/www.hai-online.com/var/gramedia/storage/images/hai/review/movie/merah-putih/681777-1-ind-ID/Merah-Putih_haithumb472x300.jpgSecara garis besar ceritanya seperti itu kawan2. Sang sutradara yang merupakan ahli cinematography sangat memperlihatkan karakternya di sini. Pengambilan gambar dan scene rata2 bagus dan keren. Efek2 ledakan,peperangan,dan tembakan juga sangat bagus, gak sia2 lah ngedatengin orang dari negeri seberang😀 Secara visual mantap!! Tapi bagi saya ada beberapa hal yang tidak sesuai ekspektasi, yaitu:

  1. Saya membayangkan film ini akan menjadi film yang kolosal, yang ternyata tidak.
  2. Alur cerita berjalan datar. Selama 1 jam 45 menitan, bahkan saat peperangan maupun saat di mana seharusnya adegan yang sedih terasa tidak begitu seru atau membuat saya tersentuh. Mungkin karena Yadi Sugandi baru pertama kali ini menjadi sutradara setelah biasanya dia menjadi Director of Photography.
  3. Film ini dikatakan bertujuan untuk memicu lagi rasa nasionalisme para penontonnya, tapi hingga akhir cerita, film ini tidak terlalu menyentuh rasa nasionalisme saya (pengaruh alur dan jalan ceritanya mungkin). Gak seperti waktu nonton Garuda Didadaku yang bener2 “emmhh”….sampe bergetar hati ini.
  4. Film ini cukup memberikan suasana yang realistis di mana masih ada masyarakat yang enggan berjuang dan lebih memilih untuk menyerahkan diri mereka ke Belanda, asal bisa hidup enak. Dan ada juga yang skeptis sama Republik (begitu mereka menyebut Indonesia dalam film ini) karena sudah merenggut keluarga2nya gara berjuang demi Republik. Melihat hal itu saya berharap ada scene yang sanggup meng-counter hal tersebut yang tentunya akan menggugah semangat berjuang dan nasionalisme penonton. Tapi sayangnya ditunggu2 sampai akhir enggak ada sama sekali scene yang menjawab hal itu.
  5. Endingnya nanggung!! hahaha😀

Tapi di luar semua itu, film ini adalah film yang wajib ditonton. Karena tidak seperti film2 Indonesia yang lainnya, film ini menampilkan kualitas yang jauh lebih tinggi. Akting dari para aktornya juga patut diacungi jempol! kalo perlu sama telunjuk, jari tengah, jari manis, plus kelingking dah! Karakter masing2 tokoh juga kuat banget, masing2 memainkan perannya dengan sangat baik.

`

2. Merantau :

Nah, kalau film ini bercerita tentang seorang pemuda dari Minang yang bernama Yuda. Ia adalah seorang ahli silat harimau. Paling jago di desanya. Suatu hari tiba saatnya bagi Yuda untuk melaksanakan tradisi Minang, yaitu merantau. Sang pemuda ini  diwajibkan untuk merantau  agar mendapatkan pembelajaran di kota dan membuktikan keberhasilan dirinya sebagai seorang laki2 dewasa. Walaupun ibunya (Christine Hakim) menasehatinya bahwa ia tidak harus merantau hanya karena orang lain berkata begitu, tekad Yuda tetap kuat untuk merantau dan membuktikan bahwa apapun bisa dicapai dengan usaha walau tidak mudah.

https://i1.wp.com/farm3.static.flickr.com/2626/3779206091_4d8e8f7f5c.jpgAkhirnya, Yuda pun berangkat ke Jakarta. Setelah sampai di Jakarta, ternyata semua tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Tempat di mana dia seharusnya akan tinggal telah digusur, hingga akhirnya dia terpaksa tidur di gorong2 tempat konstruksi bangunan. Tapi namanya juga jagoan utama, ya kan….semua itu tentunya tidak menyurutkan niat dan semangatnya sama sekali untuk berhasil di Jakarta. Sampai akhirnya dia dicopet oleh seorang anak jalanan yang menyeret dia masalah demi masalah hingga permasalahan yang sangat besar. Karena rasa keadilannya yang sangat besar, seperti apa yang diajarkan kepadanya dari kecil, Yuda tidak bisa diam saja saat ada seorang wanita yang akan dijadikan barang dagangan dalam sindikat trafficking perempuan. Dari situlah adegan demi adegan kejar-kejaran dan perkelahian itu berlangsung. And the fight scene was the best part!!

Jadi film ini cukup lama lho, kira2 berdurasi 2 jam 15 menitan. Memang, 40-50 menit pertama mungkin akan sedikit membosankan, karena ceritanya masih seperti drama biasa. Hal ini dilakukan sutradara (katanya) agar suasana kampung halaman dan kebudayaan tempat asal Yuda ini bisa merasuk kuat dalam film. Tetapi jangan khawatir, karena lebih dari satu jam berikutnya temen2 bakal dimanja oleh adegan silat yang saya katakan WOW! dan SPEKTAKULER!! Alur film pun dari waktu ke waktu semakin tinggi dan semakin menengangkan hingga mencapai puncaknya di akhir. Jadi siap2 untuk terdiam, ternganga, dan mengucap sumpah serapah karna saking kerennya pertarungan mereka😀

Memangnya apa sih yang bikin adegan tarungnya jadi seru?

  1. Gaya berkelahi Yuda sangat memperlihatkan karakter pencak silatnya. Wich is…sooo unique!
  2. Adegan tarung gak keliatan kayak adegan tarung barat yang kaku lho, yang musuh nyerang, ditangkis, terus musuh diem aja nunggu dipukul apa dibanting balik (mana ada musuh segoblok itu). Di Film ini pertarungan berjalan SANGAT CEPAT layaknya pertarungan jalanan! Saat musuh melawan dan ditangkis, musuh bukannya nunggu dipukul, tapi gerakan Yuda sangat cepat untuk mengunci atau mendorong musuh itu sehingga musuh tidak sempat membalas atau bahkan lumpuh duluan.
  3. Improvisasi lingkungan. Pastinya pada tau Jackie Chan kan?! nah…berasa nonton film itu deh, sering banget ada adegan2 di mana si Yuda ini menggunakan kreatifitasnya untuk bertarung memanfaatkan barang dan kondisi sekitarnya. Mantap lah pokoknya!😉
  4. Aksi stuntmant yang AWESOME. Pernah liat kan film2 aksi di mana saat jatuh adegannya di-cut, lalu dilanjutin saat orangnya udah jatoh di bawah? (which is jatuh bohongan). Di sini semua bener2 diliatin! yang musuhnya jatuh dari tangga bambu setara dengan dua/tiga lantai ke bawah, badan musuh yang ditendang dari atas kontainer besar sampe badannya jatuh menabrak pinggiran (sudut) kontainer yang ada di sebelahnya baru jatuh ke bawah, dsb! (speechless)
  5. Si Yuda-nya gak superior kayak Rambo. Jagoan juga bisa jatoh, ketendang, kepukul. Tapi semangatnya yang gede membuat dia selalu bertahan.

https://i2.wp.com/www.whatzups.com/account/MERANTAU-2daLam.jpgDan FYI, film ini juga terpilih menjadi film untuk closing 13th International Fantastic Film Festival di Korea. Bahkan selesai pemutarannya, film ini mendapatkan standing applause dari hadirin di festival itu. Jadi bisa disimpulkan bahwa film ini KEREN BANGET! ritme dan alur cerita juga bagus, menegangkan. Yang terasa kurang dari film ini adalah efek darahnya yang cupu banget……. yah, coba ya, masak darah warnanya kayak sirop?? keliatan banget atuh! hahaha… lalu sejam pertama cerita yang cuma datar2 aja, itu juga cukup membuat ngantuk. Tapi overall, MANTAPPPP!!! Wajib tonton banget!!

`

CUAP-CUAP AKHIR:

Jadi…..kalo dibandingkan kedua film ini sebagai hiburan, buat saya pemenangnya adalah KEDUANYA! Bukan apa2, tapi memang karena keduanya berhasil menciptakan menyuguhkan tontonan yang berkualitas. Sekali lagi bukan seperti film horror atau cerita gak jelas yang hanya menonjolkan kemesuman para aktris ceweknya ya. Kerjasama yang dilakukan masing2 film dengan pihak luar juga sepertinya akan menjadikan transfer ilmu yang bermanfaat bagi perfilman Indonesia ke depannya. Ayolah….mulai sekarang kita dukung juga perfilman Indonesia. HIDUP FILM INDONESIA BERKUALITAS!

Jadi, apakah Anda mau ikut serta mendukung film2 Indonesia yang berkualitas?

11 Komentar leave one →
  1. Agustus 15, 2009 01:51

    aaaaaa..gw belon nonton merah putih bim😦
    ajak-ajak lah kolo nonton
    ehe..

    • Jogjaboy permalink*
      Agustus 15, 2009 06:56

      Yah cew, kemaren jumat kita nonton. Kirain lo masih di jakarta makanya gak kita ajak

  2. Agustus 15, 2009 19:53

    Aku belom nonton dua2nya. Tapi berhubung review nya udah komplit bgt plus komentar yang lengkap, masihkah wajib buat saya nonton pilemnya Mas?

    Malah jadi gak pengen lagi, Hehehe😀
    *no, it’s not ur fault

    • Jogjaboy permalink*
      Agustus 20, 2009 07:47

      wajib dong chi, kan bisa aja menurut kamu beda.
      Sekalian kita dukung film Indonesia berkualitas!😉

  3. Agustus 16, 2009 20:18

    hai,
    saya Agus Suhanto, posting yg bagus🙂 … salam kenal yee

    • Jogjaboy permalink*
      Agustus 20, 2009 07:48

      makasih bung Agus, salam kenal juga🙂

  4. tiyokpras permalink
    Agustus 23, 2009 23:28

    Boleh ikut mereview?
    Film Merantau dalam adegan tarungnya banyak menggunakan pengambilan gambar yang panjang. Saya jadi membayangkan latihan para pemainnya yang lama, belum lagi banyaknya kata “cut!” dari sutradara. Adegan tarung yang rumit dan melibatkan banyak pemain diambil dalam satu kali take.
    Plot cerita belum menyajikan sesuatu yang berbeda, tapi kemasannya ciamik, asik untuk ditonton.
    Semoga mutu film Indonesia terus meningkat.

    Salam kenal!

    • Jogjaboy permalink*
      Agustus 24, 2009 11:28

      wah, makasih banget bung tiyok untuk tambahannya! mantap!
      salam kenal juga!🙂

  5. Agustus 25, 2009 20:52

    …….
    huu,
    TOP abis deh!!!
    sumpah!
    keren bangettttttttttttt….
    MERANTAU membuat ku GILA
    pengen nonton nya berulang kali….
    ^.^

  6. ivan permalink
    September 2, 2009 15:22

    walaupun belom nonton filmnya, dr trailernya sudah keliatan keren bgt, semuanya menggambarkan kecintaan terhadap Indonesia.yg satu melawan penjajah yang satu menunjukkan budaya Indonesia… pokoknya keren bgt.. pengen cepet nonton DVD nya… br x ini di era thn 2000an ada film yg keren kayak gini…. udah bosen film2 yang menurut saya kurang bermutu hanya horor, percintaan…wahhh…. ga ada yang menggigitlahhh…. moga2 film2 kyak gini yang bisa memicu semangat kebangsaan terus diproduksi..sehingga generasi muda selalu mencintai negeri tercinta ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: